Penulis:
Yohana Aneke, Taslimatun, Slamet Rustijani, Siti Arifah, Rita Diningsih, Nur Khasanah, Nukhbah Salsabila, Mila Karmilah, Melati Yustika Widya Pratiwi, Maudiya Eka, Maryanah, Martha Kumala, Juminem, Hotmauli Sidabalok, Faidatul Inayah, Eka Handriana, Dania Sindi, Bagas Yusuf Kausan
Buku ini adalah bagian dari proyek penelitian “Caring the flows for healthier urban(ized) (ground)water in Semarang and Yogyakarta, Indonesia” (disingkat CARING). Penelitian ini dikerjakan oleh konsorsium AirWarga yang terdiri atas (1) Water Governance Department, IHE-Delft Institute for Water Education, (2) Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Gadjah Mada (UGM), (3) Arsitek Komunitas (Arkom) Indonesia, dan (4) Amerta Air Indonesia (AAI). Selain Water Governance Department, IHE-Delft Institute for Water Education, tiga anggota konsorsium lain berada di Indonesia, yaitu Tim AirWarga Semarang (AAI) danTim AirWarga Jogja (UGM dan Arkom).
Dan kami, Tim AirWarga Semarang, memahami kerja kerja “merawat air” (CARING) sebagai suatu upaya, apa pun bentuknya, yang dilakukan untuk memperbaiki, memelihara, dan memastikan agar air tetap tersedia supaya bisa melanjutkan hidup dengan sebaik-baiknya. Seperti
kata salah satu penulis autoetnografi dari daerah hulu DAS Babon, merawat air berarti “menjaga kualitas, kuantitas, juga kontinuitas air agar terus ada.”
Terdapat model dan modul autoetnografi warga sebagai pendamping dan tambahan bacaan yang disusun sebagai panduan reflektif dan metodologis bagi masyarakat, peneliti, maupun pendamping komunitas dalam mendokumentasikan pengalaman sehari-hari terkait air. Modul ini diharapkan dapat membantu memperluas praktik pengetahuan warga serta memperkuat upaya kolektif dalam “merawat air” di wilayah perkotaan.
Buku ini memuat 17 tulisan catatan autoetnografi yang menceritakan pengetahuan dan pengalaman sehari-hari para perempuan yang memiliki latar usia, profesi, status ekonomi, lokasi bermukim, dan juga sejarah hidup yang berbeda-beda tentang bagaimana dan apa saja tantangan mereka dalam merawat air. Penasaran dengan cerita dari
masing-masing penulis autoetnografi? Selamat membaca!

